Orang Nomor Satu di Indonesia



By Rinto Tokan

Hari ini saya memiliki cerita yang membingungkan sekaligus menyenangkan. Pagi ini saya terbangun dari tidur saya dan langsung melihat instagram saya. Di beranda instagram saya terdapat kiriman dari presiden RI, bapak Jokowi yang menyuarakan perdamaian di Indonesia dengan foto berjabatan tangan dengan warga Papua Barat. Saya pun memosting ulang kiriman tersebut di whatsapp saya. Siang harinya saya melihat teman saya membagikan cerita video di whatsapp. Didalam video tersebut terlihat bapak Jokowi sedang berjalan di depan kantor bupati kabupaten Kupang bersama bapak gubernur Nusa Tenggara Timur dan bapak wakil gubernur Nusa Tenggara Timur dan rombongan lainnya.
Kedatangan bapak Jokawi guna memanen 1.000 ton garam di Desa Nungkurus, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur, Bapak Jokowi juga rencananya membagikan sertifikat tanah bagi warga setempat (sumber: m.liputan6.com).
Setelah sore pulang kampus, munculah niat untuk lari sore tanpa alasan untuk melihat Bapak Jokowi secara langsung. Larilah saya sampai di bandara El Tari, saya bertemu dengan teman saya Martin dan kami berlari bersama. Setibanya kami di depan jalan masuk untuk orang-orang yang memegang jabatan tinggi di negara ini, tiba-tiba para polisi dan tentara menyuruh kami menepi dan agak menjauh dari area itu.  “Dek agak pinggiran dikit, terus mundur dikit ya Bapak presiden mau lewat”, kata salah seorang polisi. Saya terkejut ketika mendengar perkataan pak polisi tersebut dan timbullah rasa penasaran untuk melihat Bapak Jokowi secara langsung. Menunggu sekitar 15 menit, yah cukup lama. Orang nomor 1 di Negara kita yang akan melintasi jalan itu jadi harus amankan jalannya sedini mungkin. Rombongan yang mengikuti arak-arakan bersama Bapak Jokowi juga sangat banyak.
Kamera sudah kami siapkan untuk mengabadikan momen ini. Ada yang membuat video, ada juga yang memotret. Saya dan Martin membagi tugas. Saya bagian memotret  dan Martian bagian membuat video.
 Perarakan rombongan mulai terlihat. Rasa penasaran terlihat di beberapa wajah orang-orang yang ada dipinggiran jalan itu. Saya mulai memotret para polantas yang berada paling depan, sampai pada mobil yang ditumpangi Bapak Jokowi melaju didepan saya, saking penasarannya saya, saya lupa untuk memotret dan saya hanya melihat Bapak Presiden yang melintas dan melemparkan sebuah baju kaos didepan kami. Kaos itupun menjadi rebutan beberapa wanita yang berada disamping saya.




Penyesalanpun muncul karena tak mendapatkan potret Bapak Jokowi, tapi tak apalah, setidaknya saya sudah perah melihat Bapak presiden RI secara langsung.
Kupang, 21 Agustus 2019

Comments

Popular Posts