Kegiatan Rutin, Berujung Ngeri
Peristiwa ini terjadi hampir setahun yang lalu tepatnya pada tanggal 1 sampai 4 November 2018, pada waktu kegiatan sebuah organisasi di Tabun. Kegiatan rutin setiap tahun untuk merekrut calon anggota baru dan dilantik menjadi anggota organisasi tersebut. Pada waktu itu saya menjadi salah satu panitia pelaksana kegiatan tersebut.
Pada tanggal 1 kegiatan tersebut berjalan normal tanpa ada kendala. Pada tanggal 2 November yang biasa umat Kristen Katolik kenal dengan hari Arwah atau hari untuk memperingati semua orang yang telah meninggal dunia kami semua melupakan hal itu. Sekitar pukul 18.00 saya merasakan suasana tempat kegiatan semakin aneh. Bulu kuduk saya berdiri, kepala saya terasa nyunyut seakan membesar dan mengecil tak beraturan. Perasaan aneh itu benar2 nyata, tiba2 terdengar teriakan dari seorang calon anggota baru yang kemasukan roh. Roh itu memperingati kami untuk menghentikan kegiatan tersebut karena kami telah mengganggu mereka. Dia mengatakan kepada kami bahwa tempat yang kami gunakan untuk mencuci piring adalah tempat mereka, kami pun segera membersihkan tempat itu dan membakar lilin untuk meminta maaf. Tetapi dia tidak menerima hal itu dan belum ingin keluar dari dalam tubuh calon anggota tersebut. Satu hal yang membuat kami takut ketika dia berkata dengan suara mengerikan "hentikan acara ini sebelum semua teman-teman saya datang". Kami semua langsung menghimbau kepada semua peserta kegiatan untuk berkumpul di dalam ruangan dan tidur. Sesudah berkumpul di dalam ruangan tempat kegiatan, tiba-tiba mulai terdengar suara teriakan lagi. Banyak peserta mulai dirasuki roh. Panitia semakin kewalahan untuk menangani begitu banyak orang yang dirasuki roh. Salah seorang panitia bersama kakak senior pergi mencari paranormal untuk membantu kami mengeluarkan roh dari dalam tubuh peserta yang ..dirasuki roh.
Setelah paranormal tersebut datang dan membantu, perlahan-lahan suasana kembali normal, roh- roh itu telah pergi. Dia mengatakan bahwa roh ini bukan hanya berasal dari orang mati tetapi juga berasal dari orang hidup.
Keesokan harinya acara terus berlanjut. Kami merayakan ekaristi pelantikan calon anggota menjadi anggota baru organisasi kami. Setelah itu dilakukan upacara seremonial penutupan dan upacara santap malam dan ditutup dengan acara dansa.
Pada tanggal 1 kegiatan tersebut berjalan normal tanpa ada kendala. Pada tanggal 2 November yang biasa umat Kristen Katolik kenal dengan hari Arwah atau hari untuk memperingati semua orang yang telah meninggal dunia kami semua melupakan hal itu. Sekitar pukul 18.00 saya merasakan suasana tempat kegiatan semakin aneh. Bulu kuduk saya berdiri, kepala saya terasa nyunyut seakan membesar dan mengecil tak beraturan. Perasaan aneh itu benar2 nyata, tiba2 terdengar teriakan dari seorang calon anggota baru yang kemasukan roh. Roh itu memperingati kami untuk menghentikan kegiatan tersebut karena kami telah mengganggu mereka. Dia mengatakan kepada kami bahwa tempat yang kami gunakan untuk mencuci piring adalah tempat mereka, kami pun segera membersihkan tempat itu dan membakar lilin untuk meminta maaf. Tetapi dia tidak menerima hal itu dan belum ingin keluar dari dalam tubuh calon anggota tersebut. Satu hal yang membuat kami takut ketika dia berkata dengan suara mengerikan "hentikan acara ini sebelum semua teman-teman saya datang". Kami semua langsung menghimbau kepada semua peserta kegiatan untuk berkumpul di dalam ruangan dan tidur. Sesudah berkumpul di dalam ruangan tempat kegiatan, tiba-tiba mulai terdengar suara teriakan lagi. Banyak peserta mulai dirasuki roh. Panitia semakin kewalahan untuk menangani begitu banyak orang yang dirasuki roh. Salah seorang panitia bersama kakak senior pergi mencari paranormal untuk membantu kami mengeluarkan roh dari dalam tubuh peserta yang ..dirasuki roh.
Setelah paranormal tersebut datang dan membantu, perlahan-lahan suasana kembali normal, roh- roh itu telah pergi. Dia mengatakan bahwa roh ini bukan hanya berasal dari orang mati tetapi juga berasal dari orang hidup.
Keesokan harinya acara terus berlanjut. Kami merayakan ekaristi pelantikan calon anggota menjadi anggota baru organisasi kami. Setelah itu dilakukan upacara seremonial penutupan dan upacara santap malam dan ditutup dengan acara dansa.
Acara dansa pun dimulai. Baru 2 lagu diputar, peristiwa seperti malam sebelumnya pun terjadi lagi. Suara jeritan di dalam ruangan memecah suasana hangat acara penutupan malam itu. Lebih tragis malam itu banyak orang yang dirasuki roh. Sekitar 2 jam lebih akhirnya roh-roh itu pergi. Tetapi acaranya dihentikan untuk menjaga suasana tetap nyaman. Hingga ke esokkan harinya kami kembali ke Kupang.

Comments
Post a Comment